MEREK “MULTI-TOUCH” DITOLAK, APPLE GIGIT JARI

Apple Inc., perusahaan komputer terkemuka yang berpusat di Cupertino, California, kembali harus menelan kekecewaan. Kali ini bukan gara-gara sengketa HKI mereka dengan Samsung, melainkan karena komisi banding kantor merek Amerika Serikat, USPTO, baru saja memperkuat putusan USPTO sebelumnya untuk menolak pendaftaran merek yang diajukan Apple atas kata “multi-touch”.

Upaya Apple untuk memperoleh monopoli dalam bentuk pendaftaran merek atas kata “multi-touch” jelas-jelas termotivasi oleh sukses produk-produk mereka yang menampilkan fitur “multi-touch” di pasaran, seperti iPhone, iPod Touch dan iPad. Namun rupanya USPTO tidak semudah itu menerima logika bahwa manakala suatu kata telah sedemikian rupa diasosiasikan dengan suatu produk yang sangat sukses di pasaran, maka kata tersebut telah memperoleh “daya pembeda” terkait dengan produk tersebut.

Untuk bisa mendapatkan perlindungan sebagai merek terdaftar, suatu kata/frasa memang sudah harus memiliki daya pembeda (acquired distinctiveness) yang mampu menjadi penanda dari mana produk yang terwakili oleh kata tersebut berasal (indication of origin of goods/services); dan bukan kata/frasa yang semata-mata hanya bersifat deskriptif, yaitu memberi gambaran mengenai produk yang diwakilinya (mere descriptiveness).

Berdasarkan prinsip tersebut, USPTO memandang bahwa frasa “multi-touch” memang cukup deskriptif dalam menggambarkan teknologi fitur-fitur pinching, zooming, swiping, dan scrolling yang dihadirkan dalam produk-produk Apple, akan tetapi frasa yang sama juga deskriptif untuk fitur-fitur yang dimiliki produk-produk yang berasal dari produsen lain. Dengan demikian, “deskriptif”-nya frasa tersebut justru membuat Apple gagal dalam meyakinkan bahwa frasa “multi-touch” sendiri cukup mengandung “daya pembeda” yang menunjukkan Apple sebagai asal-usul dari produk tersebut.

Saat ini Apple juga tengah harap-harap cemas menantikan sikap USPTO dan juga pengadilan terkait dengan perlindungan merek terhadap kata “AppStore”. Mengingat proses yang masih cukup panjang dan berliku, tampaknya baru pertengahan tahun depan Apple bisa mengetahui apakah “AppStore” sekedar kata yang deskriptif atau sudah memiliki daya pembeda.

Disarikan dari berita di The Register.

Iklan

Perihal Prayudi Setiadharma
Prayudi adalah penulis dan kontributor utama situs/blog marimengenalhki.com. Sebagian artikel yang ditulis Prayudi dalam blog ini juga telah diterbitkan dalam bentuk buku berjudul "Mari Mengenal HKI" oleh penerbit Goodfaith Production pada bulan Mei 2010. Prayudi telah menaruh minat yang mendalam pada bidang hukum hak kekayaan intelektual (HKI) sejak mengerjakan tugas akhir di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran, Bandung. Ia lalu memutuskan untuk menekuni minatnya tersebut dengan mengambil program Master of Intellectual Property Laws di University of Melbourne, Australia. Setelah menuntaskan program tersebut, Prayudi lalu bekerja di Law Firm AMROOS & PARTNERS, sebuah kantor hukum spesialis HKI yang berlokasi di Jakarta dan sejak Oktober 2010 berganti nama menjadi AMR PARTNERSHIP, hingga saat ini dimana ia berposisi sebagai Partner.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: