BARNES & NOBLE AMBIL ALIH ASET HKI BORDERS

Jaringan toko buku terbesar di Amerika Serikat, Barnes & Noble, akhirnya mendapatkan persetujuan dari pengadilan untuk mengambil alih seluruh aset hak kekayaan intelektual yang semula dimiliki oleh mantan kompetitor utamanya, Borders, yang telah menyatakan diri pailit sejak Februari lalu.

Barnes & Noble sebenarnya memang telah memenangkan lelang yang diadakan pada 14 September untuk membeli aset-aset HKI milik Borders senilai total 13,9 juta dolar. Aset-aset HKI yang dibeli tersebut mencakup nama dan merek dagang yang terdaftar atas nama Borders. Termasuk pula di dalamnya adalah database yang memuat data sekitar 48 juta pelanggan Borders, yang membuat transaksi ini sempat dibayangi sengketa terkait privasi dari para pelanggan tersebut.

Pengadilan akhirnya menyetujui agar tansaksi tersebut dilaksanakan setelah kedua belah pihak menyempurnakan klausul-klausul dalam perjanjian yang terkait sehingga penjualan tersebut dapat dianggap cukup memberikan jaminan yang layak terhadap kepentingan masyarakat yang terdata sebagai pelanggan Borders sebelumnya untuk tetap terjaga hak atas privasi mereka.

Borders sendiri mulai melikuidasi aset-asetnya yang diperkirakan bernilai total 1,28 milyar dolar, termasuk 642 toko di seluruh dunia, pada bulan Juli 2011 untuk menutupi kewajiban-kewajibannya pada para kreditor senilai 1,29 milyar dolar.

Disarikan dari berita di Bloomberg Businessweek, 26 September 2011.

Iklan

Perihal Prayudi Setiadharma
Prayudi adalah penulis dan kontributor utama situs/blog marimengenalhki.com. Sebagian artikel yang ditulis Prayudi dalam blog ini juga telah diterbitkan dalam bentuk buku berjudul "Mari Mengenal HKI" oleh penerbit Goodfaith Production pada bulan Mei 2010. Prayudi telah menaruh minat yang mendalam pada bidang hukum hak kekayaan intelektual (HKI) sejak mengerjakan tugas akhir di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran, Bandung. Ia lalu memutuskan untuk menekuni minatnya tersebut dengan mengambil program Master of Intellectual Property Laws di University of Melbourne, Australia. Setelah menuntaskan program tersebut, Prayudi lalu bekerja di Law Firm AMROOS & PARTNERS, sebuah kantor hukum spesialis HKI yang berlokasi di Jakarta dan sejak Oktober 2010 berganti nama menjadi AMR PARTNERSHIP, hingga saat ini dimana ia berposisi sebagai Partner.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: