OECD LAPORKAN PENURUNAN KUALITAS PATEN

Organisasi ekonomi internasional, Organisation for Economic Co-operation and Developments (OECD), belum lama ini mengeluarkan pernyataan mengenai penurunan secara dramatis hingga rata-rata 20% dari kualitas paten-paten yang diajukan dalam dua dekade terakhir, sebagai akibat dari banyak pihak yang terlalu terburu-buru dalam mengajukan paten untuk perbaikan-perbaikan minor pada produk-produk mereka. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bagian dari studi yang dilakukan oleh organisasi tersebut yang dirilis dalam The Science, Technology and Industry Scoreboard 2011

Studi tersebut sekaligus juga menunjukkan keunggulan beberapa negara secara komparatif dalam hal inovasi teknologi. Inggris, misalnya, unggul dalam menghasilkan inovasi di bidang teknologi lingkungan dan juga semikonduktor, sedangkan Korea Selatan unggul dalam hal teknologi komunikasi dan informatika, sementara Jerman dalam hal pengembangan energi surya.

Studi tersebut dilaksanakan oleh OECD dengan melakukan pemeringkatan terhadap riset yang dilakukan oleh universitas-universitas di seluruh dunia. Secara umum, 40 dari 50 universitas berperingkat teratas terdapat di Amerika Serikat, namun demikian secara sektoral tidak selalu demikian halnya. Sebagai contoh, 16 universitas Inggris masuk 50 besar untuk bidang ilmu sosial, sedangkan 6 universitas RRC masuk 50 besar dunia untuk farmakologi, toksikologi dan farmasi. Hong Kong University bahkan menjadi salah satu yang terbaik di bidang ilmu komputer, teknik dan kimia.

Sebagai gambaran, di tahun 2009 Amerika Serikat membelanjakan sekitar 400 milyar dolar untuk aktivitas R&D, yang terbedsr di dunia. RRC di peringkat kedua dengan nilai kurang lebih sepertiganya, disusul oleh Jepang, sedangkan belanja R&D Uni Eropa secara keseluruhan mencapai 300 milyar dolar.

Disarikan dari cellular-news.com.

Iklan

Perihal Prayudi Setiadharma
Prayudi adalah penulis dan kontributor utama situs/blog marimengenalhki.com. Sebagian artikel yang ditulis Prayudi dalam blog ini juga telah diterbitkan dalam bentuk buku berjudul "Mari Mengenal HKI" oleh penerbit Goodfaith Production pada bulan Mei 2010. Prayudi telah menaruh minat yang mendalam pada bidang hukum hak kekayaan intelektual (HKI) sejak mengerjakan tugas akhir di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran, Bandung. Ia lalu memutuskan untuk menekuni minatnya tersebut dengan mengambil program Master of Intellectual Property Laws di University of Melbourne, Australia. Setelah menuntaskan program tersebut, Prayudi lalu bekerja di Law Firm AMROOS & PARTNERS, sebuah kantor hukum spesialis HKI yang berlokasi di Jakarta dan sejak Oktober 2010 berganti nama menjadi AMR PARTNERSHIP, hingga saat ini dimana ia berposisi sebagai Partner.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: