MENKEU AS KRITIK KERAS PERLINDUNGAN HKI DI RRC

Menteri Keuangan Amerika Serikat Timothy Geithner di hadapan sebuah forum di Washington D.C. hari Kamis (22/9) yang lalu melontarkan komentar keras terhadap RRC yang dinilainya masih mempertahankan strategi lamanya mencuri teknologi serta hak kekayaan intelektual yang dimiliki oleh Amerika Serikat. Geithner menyatakan bahwa RRC telah membuat pencurian HKI milik perusahaan-perusahaan Amerika menjadi mungkin untuk dilakukan, dimana menurutnya pemerintah setempat tidak cukup agresif dalam menegakkan perlindungan HKI.

Komentar Geithner merupakan penegasan dari sikap dan pandangan yang telah disuarakan oleh para pejabat dan juga pengusaha Amerika lainnya yang mulai tidak sabar menghadapi lemahnya penegakan HKI di China.

Pada hari Rabu sebelumnya, gabungan dari 51 kelompok bisnis Amerika mengirim surat kepada sejumlah senator untuk meminta mereka lebih fokus pada kurangnya perlindungan HKI di negara tirai bambu tersebut ketimbang memikirkan soal RUU mengenai nilai tukar dolar terhadap yuan yang tengah dalam pembahasan.

Menurut Komisi Perdagangan AS, pembajak dan pemalsuan terhadap program komputer dan produk-produk HKI Amerika lainnya di China telah menimbulkan kerugian bagi para pengusaha Paman Sam sebesar 48 milyar dolar dan berdampak pada sekitar 2 juta pekerja di tahun 2009 sendiri. Sementara itu, defisit neraca perdagangan Amerika Serikat sendiri telah mencapai rekor senilai 273 milyar dolar di tahun 2010 dan dapat menjadi lebih tinggi di tahun ini.

Disarikan dari berita The Huffington Post.

Iklan

Perihal Prayudi Setiadharma
Prayudi adalah penulis dan kontributor utama situs/blog marimengenalhki.com. Sebagian artikel yang ditulis Prayudi dalam blog ini juga telah diterbitkan dalam bentuk buku berjudul "Mari Mengenal HKI" oleh penerbit Goodfaith Production pada bulan Mei 2010. Prayudi telah menaruh minat yang mendalam pada bidang hukum hak kekayaan intelektual (HKI) sejak mengerjakan tugas akhir di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran, Bandung. Ia lalu memutuskan untuk menekuni minatnya tersebut dengan mengambil program Master of Intellectual Property Laws di University of Melbourne, Australia. Setelah menuntaskan program tersebut, Prayudi lalu bekerja di Law Firm AMROOS & PARTNERS, sebuah kantor hukum spesialis HKI yang berlokasi di Jakarta dan sejak Oktober 2010 berganti nama menjadi AMR PARTNERSHIP, hingga saat ini dimana ia berposisi sebagai Partner.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: