“SWATCH” TAK BERDAYA MELAWAN “SWATRICH” DI RRC

Pengadilan di Beijing, RRC, telah memutus produsen jam tangan ternama asal Swiss, Swatch, dalam suatu kasus gugatan pembatalan merek baru-baru ini. Swatch mengajukan gugatan pembatalan atas merek “Swatrich” yang didaftarkan ke Kantor HKI RRC pada bulan Agustus 2002 untuk Kelas Barang 25 oleh seorang warganegara RRC bernama Xu Jintu. Pendaftaran tersebut mendapatkan perlawanan dari Swatch atas dasar bahwa merek yang dimaksud memiliki persamaan dengan merek “Swatch” sebagai suatu merek terkenal, dimana “Swatrich” pun dianggap mencoba mendompleng keterkenalan merek “Swatch”.

Upaya keberatan “Swatch” atas pendaftaran “Swatrich” akhirnya menemui kegagalan, baik pada tingkat Kantor HKI RRC yang menerima pendaftaran merek tersebut, hingga pada tingkat banding administratif di (Trademark Review and Adjudication Board/TRAB), sehingga memicu “Swatch” untuk membawa kasus ini ke lembaga peradilan.

Malang bagi “Swatch”, pengadilan justru menguatkan putusan Kantor HKI serta TRAB. Pengadilan menilai bahwa sebelum merek yang disengketakan tersebut didaftarkan, “Swatch” bukanlah merek terkenal dan pengadilan pun menolak anggapan penggugat bahwa “Swatrich” telah melakukan peniruan terhadap “Swatch”. Terlebih lagi, “Swatch” dan “Swatrich” tidak terdaftar di kelas barang yang sama, dan keduanya pun dianggap mewakili pangsa pasar yang berbeda pula.

Baca pula beritanya dari situs kantor HKI RRC.

Iklan

Perihal Prayudi Setiadharma
Prayudi adalah penulis dan kontributor utama situs/blog marimengenalhki.com. Sebagian artikel yang ditulis Prayudi dalam blog ini juga telah diterbitkan dalam bentuk buku berjudul "Mari Mengenal HKI" oleh penerbit Goodfaith Production pada bulan Mei 2010. Prayudi telah menaruh minat yang mendalam pada bidang hukum hak kekayaan intelektual (HKI) sejak mengerjakan tugas akhir di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran, Bandung. Ia lalu memutuskan untuk menekuni minatnya tersebut dengan mengambil program Master of Intellectual Property Laws di University of Melbourne, Australia. Setelah menuntaskan program tersebut, Prayudi lalu bekerja di Law Firm AMROOS & PARTNERS, sebuah kantor hukum spesialis HKI yang berlokasi di Jakarta dan sejak Oktober 2010 berganti nama menjadi AMR PARTNERSHIP, hingga saat ini dimana ia berposisi sebagai Partner.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: